Upacara Bendera Senin, dipimpin Guru BP/BP

SMA Negeri 1 Bireuen melaksanakan kegiatan Upacara Bendera Pada hari senin, 15/01/2024 di ikuti oleh seluruh dewan guru dan staff tata Usaha serta para Siswa siswi Kelas X, XI dan XII dilaksanakan di Halaman SMA Negeri 1 Bireuen yang bertindak sebagai pelaksana upacara Bendera adalah Siswa/i Kelas XI – Merdeka - H, di bawah arahan dan bimbingan Wali Kelas Ibu Evalinda, S. Pd,

Peserta Siswa dan siswi pelaksana upacara yang telah mempersiapkan diri jauh-jauh hari sebelumnya agar dapat tampil maksimal serta memberikan penampilan yang terbaik hari ini, Yang bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Bapak Ruslan Jamil, S.Pd selaku Guru BP/Bk dan Pembina Osis II SMA Negeri 1 Bireuen Dengan Tema Bersungguh-Sungguh Untuk Merubah Diri Menjadi Baik.
Dalam amanat Pembina Uapacara Bapak Ruslan Jamil, S.Pd mengatakan, Allah ‘Azza wa Jalla berbicara kepada kita tentang perubahan dalam dua surat, yaitu surat Al-Anfal dan Ar-Ra’d. Di dalam surat Al-Anfal Allah berfirman:

Demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada sesuatu kaum, hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Anfal [8]: 53)
Dan di dalam surat Ar-Ra’d Allah berfirman,

Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (QS Ar-Ra’d [13]: 11)
Kaidah-Kaidah Perubahan:
Kedua ayat mulia tersebut mengandung beberapa kaidah penting dalam mengadakan perubahan, yaitu: Kaidah pertama: Perubahan merupakan hukum general yang meliputi semua jenis dan ras manusia, baik mukmin atau kafir. Hal itu ditunjukkan dengan kata قَوْمٌ yang berbentuk nakirah (indefinitif). Kata ini termasuk kata mutlak dan ia tetap bermakna mutlak selama Syari’ tidak membatasinya dengan suatu sifat seperti iman dan selainnya.

Karena itu, maknanya tetap mencakup setiap kelompok, organisasi, masyarakat, atau negara, tanpa memandang agamanya. Ia juga mencakup setiap ruang danw aktu. Hal itu karena lafazh tersebut mencakup setiap masyarakat di masa lalu, masa kini dan masa depan, sebagaimana ia mencakup setiap negara di dunia.
Jadi, Allah telah menetapkan berbagai sunnah dalam kehidupan dan meletakkan faktor penyebab dan undang-undang di alam semesta dan kehidupan insani. Sunnah, faktor penyebab dan undang-undang ini menimbulkan akibat-akibatnya dan mendatangkan buahnya berdasarkan pengaruh dari Allah Tabaraka wa Ta’ala.

Allah telah menganjurkan umat manusia ini untuk mencari faktor penyebab, undang-undang dan hukum, supaya mereka dapat mengikuti petunjuknya dan berbuat menurutnya, agar mereka memperoleh buahnya. Allah menundukkan faktor penyebab, undang-undang dan hukum itu untuk kebahagiaan manusia dan untuk melayaninya di dunia.
Bekerja adalah sarana untuk mencari rezki. Tidak ada yang bisa dilakukan manusia selain serius dan bersungguh-sungguh dalam mencari rezkinya dengan mengerahkan seluruh tenaga dan potensinya. Baik rezki itu bersifat materi atau immateri, atau kedua-duanya.



Share This Post To :
Kembali ke Atas
Berita Lainnya :
- SMA Negeri 1 Bireuen Ukir Prestasi Gemilang di SPAN-PTKIN dan Poltekkes Kemenkes 2026
- Perkuat Tata Kelola, Yusnita, SE.Ak., S.Pd., M.Pd., Pimpin Monev Komprehensif Cabdin Pendidikan Wil
- PRESTASI GEMILANG: SMAN 1 BIREUEN TEMBUS PTN IMPIAN MELALUI SNBP 2026! 🌟
- Prestasi Spektakuler: SMAN 1 Bireuen Luluskan 57 Siswa ke PTN Jalur SNBP 2026, Tembus UI hingga IPB
- Ready To Shine: SMAN 1 Bireuen Kembali Beraksi Pasca Lebaran
Kembali ke Atas






