• cover
  • BARU
  • BARU

Selamat Datang di Website SMA Negeri 1 Bireuen | Terima Kasih Kunjungannya.

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


SMA NEGERI 1 BIREUEN

NPSN : 10107083

Jl.Banda Aceh-Medan Geulanggang Baro Kab.Bireuen,Kode Pos 24251


[email protected]

TLP : 0644-21155


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 1077886
Pengunjung : 409401
Hari ini : 525
Hits hari ini : 878
Member Online : 12
IP : 216.73.216.224
Proxy : -
Browser : Gecko Mozilla

Status Member

  • Rizal Fuadi (Guru)
    2015-02-12 06:19:58

    jreng jreng ...
  • Ainal Mardhiah (Guru)
    2015-01-10 22:16:27

    Januari..
  • Aulia Afzal (Alumni)
    2014-11-06 07:41:13

    Salam kenal :)
  • yusrizal (Alumni)
    2014-11-04 21:13:31

    Alumni KELAS XII IPS C tamatan tahun 2014

SEKILAS PANDANG TENTANG KURIKULUM MERDEKA




Pada masa sebelum dan pandemi, Kemendikburistek mengeluarkan kebijakan penggunaan Kurikulum 2013 kemudian Kurikulum 2013 disederhanakan menjadi kurikulum darurat yang memberikan kemudahan bagi satuan pendidikan dalam mengelola pembelajaran jadi lebih mudah dengan substansi materi yang esensial.

Pemulihan pembelajaran tahun 2022 s.d. 2024, Kemendikburistek mengeluarkan kebijakan penerapan Kurikulum Merdeka sebagai opsi bagi semua satuan pendidikan yang di dalam proses pendataan merupakan satuan pendidikan yang siap melaksanakan Kurikulum Merdeka.

SMA Negeri 1 Bireuen merupakan salah satu sekolah yang menerapkan Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Di Kurikulum Merdeka, peserta didik tidak akan lagi ‘dipaksa’ untuk mempelajari mata pelajaran yang bukan menjadi minat utamanya. Peserta didik bisa dengan ‘merdeka’ memilih materi yang ingin dipelajari sesuai minat masing-masing. Ini dia yang dimaksud dengan konsep Merdeka Belajar.

Perbedaan yang sangat signifikan antara kurikulum 2013 dengan kurikulum merdeka adalah pada kurikulum merdeka tidak ada lagi penjurusan, jadi tidak ada lagi kelas IPS maupun IPA. Di kelas X peserta didik masih belajar atau mempelajari mata pelajaran umum, belum ada mata pelajaran pilihan. Bagaimana nanti kalau mau menentukan penjurusan kuliah, peserta didik akan memilih mata pelajaran kelompok pilihan di Kelas 11 dan 12 sesuai minat dan bakatnya dengan panduan guru Bimbingan Konseling. Perbedaan lainnya, sebagai syarat kelulusan peserta didik diwajibkan menulis essay ilmiah dan mempresentasikannya.

Selain itu, kurikulum ini juga mengutamakan strategi pembelajaran berbasis proyek. Artinya, peserta didik akan mengimplementasikan materi yang telah dipelajari melalui proyek atau studi kasus, sehingga pemahaman konsep bisa lebih terlaksana. Nama proyek ini adalah Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Proyek ini sifatnya lintas mapel. Melalui proyek ini, siswa diminta untuk melakukan observasi masalah dari konteks lokal dan memberikan solusi nyata terhadap masalah tersebut.

Dengan adanya proyek ini, fokus belajar peserta didik tidak lagi hanya semata-mata untuk mempersiapkan diri menghadapi soal-soal ujian. Dengan fokus seperti ini, kegiatan belajar-mengajar tentu akan terasa jauh lebih seru dan menyenangkan guys, dari pada hanya fokus mengerjakan latihan soal saja. #MaiDini

                Pada tulisan berikutnya akan kita kupas mengenai Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :





   Kembali ke Atas